Home » Birth

Memilih Metode Kontrasepsi yang Tepat

Memilih Metode Kontrasepsi yang Tepat

Setelah Anda tahu persis berbagai keuntungan yang ditawarkan dengan menggunakan alat kontrasepsi, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Jawabannya bervariasi karena setiap metode kontrasepsi yang ada disesuaikan dengan kebutuhan Anda saat ini. Apakah Anda ingin menunda kehamilan, ingin merenggangkan jarak usia kelahiran anak, atau tidak ingin menambah jumlah momongan lagi maka metode kontrasepsi yang Anda pilih berhubungan erat dengan kebutuhan Anda.

Metode Barrier

Metode barrier merupakan metode kontrasepsi yang dirancang untuk menghentikan sperma agar tidak memasuki rahim. Metode barrier memberikan pilihan pada wanita yang tidak ingin menggunakan kontrasepsi hormon karena memberi perlindungan terhadap kehamilan yang tak direncanakan tanpa bergantung pada siklus kesuburan dan hormon alami. Yang paling populer adalah penggunaan IUD pada wanita. Penggunaan IUD memiliki efek jangka panjang sehingga Anda tidak perlu mengingat untuk menggunakannya setiap hari atau setiap akan berhubungan. Namun, pemasangan IUD memerlukan bantuan tenaga ahli seperti dokter kandungan atau bidan, serta memerlukan periksa berkala sehingga sebagian orang enggan untuk memilih alat kontrasepsi jenis ini.

Lalu ada kondom pada pria ataupun diafragma pada wanita, yang bisa menghambat sperma agar tidak bertemu sel telur. Namun kekurangannya, kondom tidak mengurangi “spontanitas” dan sensasi hubungan suami istri. Kondom juga kurang dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan dibanding dengan metode hormon. Karena kondom memiliki tingkat prevalensi sekitar 85%, dibanding metode hormon menggunakan Pil KB dengan tingkat prevalensi sekitar 99%.

Metode Alternatif

Metode alternatif merupakan metode yang bisa dipilih sebagai alternatif antara metode barrier dan metode hormon. Misalnya metode pencabutan: suami menghentikan penetrasi sebelum ejakulasi sehingga spermanya tidak keluar di dalam alat reproduksi sang istri. Atau metode alami seperti melakukan perhitungan kalendar untuk menghindari hubungan seks pada masa-masa subur istri. Kedua metode ini kurang dapat diandalkan. Metode pencabutan bisa gagal total  kalau satu tetes kecil sperma yang masuk ke alat reproduksi dan sukses menemui sel telur. Metode alami juga berisiko gagal karena siklus kesuburan sering kali berfluktuasi.

Meski demikian, salah satu metode alternatif yang memiliki tingkat prevalensi tinggi adalah sterilisasi. Namun, metode ini hanya cocok jika Anda dan pasangan memang tidak lagi menginginkan momongan. Sterilisasi bersifat permanen dan tidak bisa dipulihkan sehingga tidak direkomendasikan bagi pasangan usia muda.

Metode Hormon

Metode kontrasepsi ini mungkin yang paling populer. Pilhannya beragam mulai dari menggunakan pil kombinasi, mini pil, IUD, implan (susuk), injeksi (suntik), hingga patch (Koyo). Pil KB harus diminum setiap hari dalam waktu yang sama, sedangkan suntik KB biasanya harus diulang setiap 3 bulan sekali. Prinsip kerja metode hormon adalah dengan cara menghambat hormon kunci penyebab terjadinya pembuahan. Untuk memilih salah satu jenis yang paling nyaman dan sesuai dengan Anda, berkonsultasilah dengan bidan atau dokter kandungan Anda.        

 

« Previous article

Related Articles