Home » Kids

Cara Mengajak Anak Bicara

Mengajarkan anak bicara perlu kesabaran ekstra. Teruslah mencoba mengajarkan walaupun kadang tidak terlihat berhasil. Mungkin dengan cara di bawah ini, Anak Anda bisa segera berbicara

Lakukan kontak mata

Akan sangat membantu bayi jika dia dapat melihat wajah Anda saat berbicara karena dia bisa melihat cara Anda menggunakan mulut untuk membentuk kata. Cobalah berlutut duduk atau membungkuk ketika Anda berbicara dengan batita. Melakukan kontak mata akan memberikan rasa istimewa karena si kecil memberikan perhatian dan energi untuk menatap langsung kearah orangtuanya. Perasaan berarti dan cinta inilah yang memberi anak kepercayaan diri untuk menggunakan bahasa.

Biarkan dia menyampaikan keinginannya

Anda bisa melakukan hal itu bahkan sebelum anak bisa bicara. Jika anak memakan habis buah pisang dan Anda pikir dia masih menginginkan pisang lagi, daripada Anda langsung meletakkan pisang di atas piring, tunggu hingga dia menunjuk, mengumam, memberi sinyal atau meminta (tergantun usia dia dan level komunikasinya.) atau tanyakan, “Adik mau pisang lagi?” daripada menahan untuk memberikan sesuatu kepada anak, beri dia kesempatan untuk meminta apa yang dia inginkan.

Narasikan apapun

Manfaat kegiatan harian (mengganti popok, menyuapi, memandikan, mengganti pakaian, dan menidurkan anak) untuk berkomunikasi dengan si kecil. Dengan menggambarkan kegiatan Anda dan memberi komentar atas tindakan anak, Anda akan melontarkan 30.000 kata per hari tanpa terasa.

Bacakan buku

Tidak ada istilah terlalu dini untuk membacakan buku kepada anak. Dengan membacakan tiga buku cerita bergambar kepada anak dalam seminggu, perbendaharaan kata si kecil akan naik 15-40 persen. Ketika menginjak usia 8 bulan, bayi dapat mengenali kata-kata spesifik dua minggu setelah dia mendengar kata itu dari buku. Masih perlu diyakinkan? Studi menunjukkan bahwa anak usia 2 tahun yang dibcakan buku secara rutin sejak usia dini akan memiliki kemampuan berbahasa di atas rata-rata.

Gunakan bahasa isyarat

Banyak orangtua berpendapat bahwa jika anak diajari bahasa isyarat, anak tidak termotivasi untuk bicara. Namun penelitian menyimpulkan, bayi yang diajar bahasa isyarat lebih mampu mengenali huruf dan bunyi, bahkan memiliki perbendaharaan kata yang lebih banyak dan menempati level membaca yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak diajari bahasa isyarat.

« Previous article

Related Articles