Aman Berpuasa saat Hamil

Melakukan ibadah puasa meski sedang hamil ternyata tidak akan memengaruhi kondisi kesehatan bayi yang Anda kandung. Menurut Dr. Bambang Suyono, SpOG, perubahan pola makan si ibu tidak akan membuat bayi Anda kekurangan persediaan gizi dan makanan. Mengapa? Karena bayi di kandungan mendapatkan asupan makanannya dari plasenta melalui aliran darah. Jadi meski pola makan Anda berubah, asalkan Anda tetap mengonsumsi makanan sehat yang dibutuhkan selama kehamilan ini, maka bayi di kandungan akan tetap mendapatkan kecukupan zat gizi dan mineral penting untuk pertumbuhannya. Meski demikian, Dr. Maman Hilman, SpOG dari RS Hermina Depok mengingatkan Anda untuk tidak memaksakan diri berpuasa jika kondisi kehamilan Anda kurang sehat. “Puasa memang tidak akan secara langsung mempengaruhi kondisi janin, tapi justru kondisi si ibu sendiri, apakah dia sehat dalam menjalankan ibadah puasa atau tidak,” kata Dr. Maman.

Pada usia kehamilan trimester pertama, tubuh masih menyesuaikan diri dengan kehamilan, dan fluktuasi hormon bisa membuat Anda mengalami morning sickness yang membuat Anda merasa mual dan muntah di pagi hari. Saat berpuasa, Anda bisa kekurangan cairan dalam tubuh yang akan keluar lewat muntah. Begitu pula jika kehamilan sudah berada pada trimester ketiga. Pada usia kehamilan diatas tujuh bulan, janin membutuhkan asupan makanan lebih banyak, dan si ibu perlu menambah kalori sebanyak 300 kkal dari makanannya sehari-hari. Jika tidak, biasanya ibu yang hamil tua akan lebih cepat lemas dan letih. Namun, jika kondisi fisik si ibu memang memungkinkan, menjalankan ibadah puasa tidak akan menjadi masalah bagi bayi di usia kehamilan berapapun.

Jadi, bagaimana cara berpuasa dengan baik di saat hamil? Kami bagikan tip untuk Anda.

  • Minum sebanyak-banyaknya setelah waktu berbuka puasa dan sahur untuk mencegah dehidrasi.
  • Usahakan untuk makan sahur menjelang waktu imsak (sekitar satu atau setengah jam sebelumnya).
  • Perhatikan kecukupan gizi dan mineral pada makanan yang Anda konsumsi, Dr. Bambang memberikan perhitungan sederhana yaitu: 50% karbohidrat, 25% lemak baik, dan 10-15% protein dan mineral.
  • Istirahat dengan cukup dan beraktivitas dengan bijak sesuai kondisi tubuh.
  • Perhatikan kenaikan berat badan Anda. Jika selama puasa berat badan Anda justru menurun, maka Anda perlu memperbaiki menu makanan ketika sahur dan berbuka.
  • Periksa kehamilan sesuai jadwal dan jika Anda merasa ada perubahan yang berbeda seperti penurunan bobot tubuh, atau bila gerakan bayi dalam kandungan tidak se-aktif biasanya, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Dokter mungkin akan meminta Anda menghentikan puasa atau memperbaiki konsumsi makanan, sampai kondisi Anda kembali prima untuk berpuasa.

Bagaimana jika Anda dalam proses melahirkan? Dr. Bambang menyarankan Anda untuk tidak berpuasa. “Proses persalinan (secara normal), akan menguras banyak tenaga,” ujarnya. Pada dasarnya, puasa hanyalah memindahkan kegiatan jam makan saja. Jadi jika Anda sudah memperhatikan asupan zat gizi penting saat waktu sahur dan berbuka serta kondisi fisik Anda sedang prima, maka puasa bukanlah halangan bagi ibu hamil untuk menjalankan ibadahnya. Selamat berpuasa…

 

 

 

« Previous article

Related Articles