Berhubungan Intim Melancarkan Persalinan?

Banyak pasangan muda yang sedang menanti kelahiran anak pertamnya percaya bahwa melakukan hubungan intim di usia kehamilan 9 bulan bisa memperlancar proses persalinan. Padahal, jawabannnya bisa ya, bisa juga tidak. Jika tanggal persalinan Anda masih jauh dari yang diperkirakan dokter, berhubungan seks tidak akan berpengaruh untuk menginduksi persalinan. Namun, melakukan hubungan seks ketika Anda sudah melewati tanggal jatuh tempo bisa memang mempercepat persalinan. Berhubungan intim dapat mempercepat persalinan karena adanya prostaglandin, hormon seperti zat dalam air mani yang membantu melembutkan dan mematangkan serviks Anda supaya siap untuk bersalinan.

Berhubungan seks sejatinya adalah teknik kuno yang jitu untuk merangsang kelahiran. Tapi, perlu diingat, hubungan intim jangan dilakukan jika air ketuban sudah pecah karena dapat meningkatkan risiko infeksi. Selama berhubungan seks, tubuh melepas hormon oksitosin yang merangsang kontraksi. Cairan sperma yang keluar saat suami orgasme, bisa membantu melembutkan leher rahim sehingga dapat melebar (terbuka). Jangan lupa, lakukan hubungan dengan posisi yang aman.

Dalam sebuah penelitian kecil yang dilakukan pada 2010, peneliti asal Malaysia menemukan bahwa wanita yang hamil lebih dari 36 minggu dan berhubungan seks setidaknya sepekan sekali, akan mengalami  pengurangan masa kehamilan sekitar empat hari. Mereka juga cenderung melahirkan kurang dari 9 bulan atau tanpa membutuhkan induksi. Namun para ahli mengatakan, penelitian ini perlu dilanjutkan dengan penelitian yang lebih akurat, sebelum mereka menyarankan hubungan seksual sebagai metode untuk mempermudah persalinan. Namun, jika kehamilan Anda tanpa komplikasi boleh saja melakukan anjuran ini. Bisa jadi,  hal ini dapat mempercepat penantian Anda. Terakhir, sebaiknya Anda melakukan hubungan seks di atas minggu ke-37 agar bayi tidak lahir prematur. 

« Previous article

Related Articles